Tiap jarum jam menggerakan detik,
setiap arah menunjukan menit,
Matahari dan Bulan pun terus berputar....
Dan setiap itu pula aku harus bernafas dengan Cinta.
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
C ari kan lah aku pengganti yang mampu menutupi wajah MU
I ndah yang tak terkalahkan oleh waktu. Dimana pantai tak berdesir dan pasir tak berhembus!
N amun adakah wahai kekasih? sedangkan,
T iap nafasku kau ikat dengan kalimat Mu
A ku hanyalah hamba yang tak berdaya akan "CINTA".
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
Cinta macam apa ini,
kian hari kian tidak mengerti aku dibuat NYA.
hati ini diseret ke kiri,
lalu di putar ke kanan,
Diangkat ke Awan,
kemudian dihempas ke Bumi.
Oleh-NYA hati ini dipersenjatai,
Dengan sabar untuk berikhtiar,
dengan ikhlas untuk bertawakal.
Lalu kemanakah CINTA?!
Rupanya CINTA sedang asyik membujuk si nafsu
agar mau dikendarai,
agar mau mengantarku,
ketanah abadi,
kembali bersama Ilahi Rabbi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar